Kamis, 23 Oktober 2014

Yuk ke SAEBUS: Mengintip Gugus Surga Laut Sapeken

Tulisan & Foto oleh: Faizal Amir



Sapeken? Dimana itu? Itulah yang pertama terlintas di benak saya ketika seorang teman saya mengajak untuk melakukan sedikit observasi di sebuah pulau terpencil di wilayah kabupaten Sumenep. Dari gambaran yang diceritakannya, muncullah ketertarikan saya untuk mengunjungi pulau yang baru kali itu namanya saya dengar. Akhirnya, saya dan delapan orang teman saya, pergi berpetualang ke Pulau Sapeken.



Pulau Sapeken termasuk salah satu pulau di Kepulauan Kangean. Sedangkan Kepulauan Kangean sendiri merupakan bagian dari gugusan kepulauan di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura. Pulau ini terletak di 6˚46′-7˚6′ LS dan 115˚10′- 115˚44′ BT. Luas pulau ini dan kepulauan sekitarnya sebesar 64.500,95 hektare. Pulau-pulau yang termasuk di wilayah ini adalah Pulau Sapeken, Pulau Mamburit, Pulau Paliat, Pulau Saubi, Pulau Sepapan, Pulau Sabuntan, Pulau Sepangkur, Pulau Saor, Pulau Saebus, Pulau Sasiil, Pulau Bangkao, Pulau Sadulang Kecil, Pulau Sadulang Besar, Pulau Pagerungan Besar, Pulau Pagerungan Kecil, dan Pulau Sepanjang


Asal-usul penduduk Sapeken diduga berasal dari Kepulauan Solu, Filiphina, asal suku bajo. Karena pergolakan politik, mereka sering berpindah-pindah atau nomaden. Setelah dari kepulauan Solu, mereka sampai di Serawak, Malaysia. Setelah dari Serawak, lalu lari lagi ke Buton, kepulauan Kabaina, Sulawesi Selatan. Dari Buton, mereka sampai di Flores timur, lalu ke pulau Kangean. Maka dari itu mereka kini tersebar dimana-mana dan tidak memiliki tempat tinggal tetap karena setiap merasa tidak aman, mereka pindah. Kini suku Bajo tersebar di 36 negara, termasuk di Sapeken sendiri.

Suku Bajo mendominasi wilayah Sapeken, Sabuntan, Tanjung Piao, dan SasIil. Sementara Suku Mandau mendominasi wilayah Pegalungan, dan Bugis mendominasi wilayah Sekala. Sedangkan untuk daerah Paliat, penduduknya lebih mirip orang Madura.


Pantai Pasir putih, di pantai ini terdapat cekungan yang diisi air laut sehingga membentuk kolam. Cekungan ini terbentuk oleh arus yang datang dari laut sehingga menghasilkan pusaran pasir yang terisi oleh air.

Medan bawah lautnya memiliki pola bentangan [pasir-lamun-branching-slope-variasi karang makin banyak]. Semua life form terumbu karang mulai dari branching, foliose, digitate, tabulate, dan submassive dapat dijumpai di perairan ini. Semua ikan indikator dapat dijumpai kecuali grouper. Pada kedalaman lebih dari 10 m jumlah terumbu karang masih banyak dan tutupannya masih rapat. Perairan Saebus cocok dijadikan sebagai spot penyelaman. Vissibiliy cukup jernih, kira-kira 12 meter horizontal. Di Saebus timur terumbu karang didominasi oleh life form massive dan branching. Di bagian barat persebaran life form beraneka ragam. 




Masyarakat Saebus terkenal ramah terhadap pendatang, terutama barat dan tengah. Memiliki satu sumber air tawar dengan jumlah yang melimpah. Mata air ini selalu diandalkan oleh orang-orang dari luar pulau. Pantai yang ada di barat Saebus menurut orang-orang dari luar pulau memiliki pemandangan yang begitu indah.

MENUJU SAEBUS


Hari 1 :

Jam 02.00 WIB kita berangkat ke Sumenep dengan naik bus kelas ekonomi seharga 32ribu per orang. Sampailah kita di pertigaan sebelum terminal Sumenep jam 06.15 WIB. Kalo kita naik bus malam hari, setelah jam 6 malam, maka bus akan lewat jembatan Suramadu, kalo siang bus akan naik kapal Feri.Kemudian kita sewa angkot untuk ke pelabuhan Kalianget Sumenep. Sewa mobilnya 50ribu, hasil tawar menawar. Kira-kira dibutuhkan waktu setengah jam untuk sampai ke pelabuhan KaliangetDi Kalianget kita harus menunggu, karena kapal express untuk ke Kangean jam 08.30 WIB sedangkan kita sampai jam 07.00 WIB jadi cukuplah kalo buat sarapan dan mandi.Tepat jam 09.00 kapal express kita berangkat, kira-kira jam 1 siang sampai pelabuhan Batuguluk, Kangean. Tiket kapal ini adalah 150ribu sekali berangkat. kalo kita beli tiket langsung pp, mendapat potongan 20ribu, jadinya 280ribu.





Jam 1 siang kita sewa taxi (sebutan angkutan dari mobil pick up) ke alun-alun kota. Sewa taxi ini 60 ribu per orang. Kota yang kita tuju ini adalah Arjasa. Kangean terdiri dari 3 kecamatan yaitu kecamatan Arjasa, Kangean dan Sapeken. Kita menuju rumah teman di sekitar alun-alun, kalo kita menyewa rumah per malam nya sekitar 30-50ribu per orang. Dari sore sampai malam hari kita nikmati jalan-jalan di alun-alun dan beberapa masakan Kangean.




Hari 2 :

Jam 7 Pagi kita berangkat dari alun-alun, menuju Pelabuhan Kayuaru di sisi timur pulau Kangean ini yang ditempuh kira-kira 2 jam. Perjalanan dari Alun-alun sampai Dermaga Teluk Betu-betu, kita disuguhi pemandangan hutan Jati dan Sawah. Dan perlu diketahui Kangean adalah penghasil Kayu Jati terbaik.



Spot pertama adalah sekitar pulau Saubi, langsung terjun bermain-main air, dilanjut 2 spot lagi di sekitar pulau Sakpapan. Jam 11 kita rehat di pulau Saubi. Sebelum berangkat ke spot selanjutnya kita sempet makan siang dengan bakso ikan di pulau saubi yang semangkoknya sekitar 7ribu rupiah. Dugaan ane karena AC Standing di Kapal Express kemaren. Total 3 spot yang ane ga ngikutin, jadi ga tahu dimana saja, pas Bangun sudah menuju ke pulau Bungin untuk Menginap. Di pulau Bungin kita menginap di rumah Mas Iswad, kalo menyewa rumah penduduk sekitar 30-50ribu per malam per orang. Mungkin juga lebih murah kalo sewa 1 rumah sekaligus.


Kita berangkat jam 6 pagi. Dan kita menuju di spot di Sekitar pulau Saor. Disini kita sempet ngelihat kapal tenggelam milik belanda yang sudah banyak ditumbuhi beberapa terumbu karang. Setelah puas ngelihat kapal disana, dilanjut ke pulau Gosong versi Kangean. Puas Narsis di Pulau Gosong, langsung nyebur di sekitar pulau ini. Hasilnya luar biasa kekayaan terumbu karang dan biota ikan-nya. Yang bikin khas dan alami adalah ikan-ikan disini cenderung tidak takut manusia pas kita snorkeling.

Siang hari kita makan siang di pulau Saebus, dari makanan yang kita bw dari pulau Bungin. Sekitar pulau Saebus ini sangat bagus terumbu karang nya., sayangnya beberapa sudah jadi korban bom untuk mencari ikan.


Perjalanan dilanjut ke pulau Salarangan yang jaraknya lumayan jauh, yaitu 3 jam. Tapi kita sempetin dulu mampir ke pulau Sapeken, di pulau Sapeken lumayan rame daripada pulau-pulau sebelumnya. Di Kita berangkat jam 6 pagi. Dan kita menuju di spot di Sekitar pulau Saor. Disini kita sempet ngelihat kapal tenggelam milik bel Salarangan lumayan unik juga pantainya. Kita menunggu Sunset disini. Selama dua hari dsni kita bisa foto-foto underwater.

Dari Salarangan, kita menuju ke Pelabuhan Kayuaru, sekitar 1 jam perjalanan, Jadi disana sampai jam 7 malam. carteran taxi(mobil angkot pick up) ke alun-alun Arjasa dengan biaya 250ribu. Mas Iswad dan Mas Andik balik ke Pulau Bungin, sedangkan kita berenam melanjutkan ke Alun-alun Arjasa. Sungguh berkesan dengan Nahkoda kapal kita ini. Beliau tahu betul spot-spot bagus di Kepulauan Kangean karena beliau adalah pencari ikan hias.Sampai di alun-alun sekitar jam setengah 10 malam.




#tipsntrick:

1. Perhatikan jadwal kapal menuju Kangean dan kembali ke Sumenep.
2. Hindari berangkat di Hari Libur Nasional atau Hari Besar Keagamaan karena akan sulit mendapat       kursi di kapal penyeberangan.
3. Perhatikan cuaca, karena kalau cuaca tidak memungkinkan jadwal penyeberangan bisa ditutup.
4. Untuk mempermudah, hubungi TRIP ORGANIZER lokal.

Be Fun and Keep save guys...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar